Membuka Mata Bersama Serempak

Ada yang belum tahu Serempak?

Serempak merupakan portal interaktif yang menyediakan fasilitas diskusi dan komunikasi terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Serempak berada di bawah naungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia dan Indonesia Women IT Awareness (IWITA).

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, Serempak berusaha untuk meningkatkan akses dan partipasi perempuan, menyebarkan informasi program pengembangan pemberdayaan masyarakat dan perlindungan anak, dan menjadi wadah kerjasama penggiat pengembangan sosial.

Kamis lalu (27/10), saya mengikuti acara Serempak yang berjudul ‘The Power of Content’ dan rasanya mata saya terbuka lebar-lebar. Hm, maksud lo?

Selama lima tahun nge-blog, saya selalu menuliskan hal yang saya suka. Jalan-jalan, cerita sehari-hari, segala hal yang menyenangkan. Tapi saya nggak tahu apapun apa yang terjadi di sekitar saya. Saya nggak tahu kalau pelecehan wanita ada benar-benar di samping kita, kalau kekerasan rumah tangga makin banyak terjadi, kalau perempuan dan laki-laki masih ‘belum setara’, dan lain-lain sebagainya.

Karena acara Serempak ini, mata saya terbuka dan saya sadar bahwa saya harus peduli.

❤❤❤


The Power of Content yang berlangsung di BINUS FX Senayan menghadirkan enam narasumber. Yaitu:

1. Ratna Susianawati, Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan
2. Ina A. Murwani, Deputy Head of Marketing Binus Business School
3. Maman Suherman, Penulis Buku Best Seller
4. Ani Berta, Social Media Activist dan Sekretaris Jenderal IWITA
5. Irwin Day, Praktisi IT dan Direktur PT Nawala Indonesia
6. Martha Simanjuntak, Founder IWITA dan Ketua POKJA Serempak

❤❤❤


Program 3Ends dari KPPPA

Acara dibuka dengan sambutan dari Ratna Susianawati yang memaparkan sekilas tentang kerjasama dengan Serempak, permasalahan terkait perempuan dan anak serta arah kebijakan KPPPA. Ratna sangat mengapresiasi kegiatan Serempak sebagai dukungan terhadap perempuan dan anak, apalagi ujarnya apabila ‘melihat’ perempuan maka kita ‘melihat’ potensi. Terlebih, sebagian besar penduduk Indonesia adalah perempuan dan anak.

Sementara arah kebijakan KPPPA sampai 2019, salah satunya adalah upaya untuk mengakhiri 3ENDS, yaitu kekerasan terhadap perempuan dan anak, meminimalisasi perdagangan perempuan dan anak yang merupakan kejahatan transnasional, dan kesenjangan ekonomi bagi perempuan. Diharapkan dengan menggunakan teknologi informasi, kita dapat membantu menyebarkan informasi positif untuk mensukseskan 3ENDS dan berperan dalam pembangunan bangsa.

Pelecehan terhadap Perempuan Ada Banyak Di Sekitar Kita!

Maman menyebutkan bahwa di Indonesia setiap harinya terdapat 35 perempuan korban kekerasan. Itu pun belum termasuk yang tidak melapor. Ini baru satu masalah. Belum masalah lain, seperti bahwa Indonesia merupakan negara terbesar korban perdagangan manusia dan juga salah satu destinasi pedophilia dan sex-tourism terbesar.

Tapi masalah terbesar adalah, ketika terjadi permasalahan serius tersebut, semua orang diam, negara diam. Sedangkan saat dolar naik, baru ribut. Padahal menurut Maman, permasalahan tadi bukanlah persoalan perempuan, melainkan persoalan kemanusiaan.

Tentang Branding dan Membuat Konten

Gajah mati meninggalkan gading,
harimau mati meninggalkan belang,
blogger mati meninggalkan?

Ina Murwani membuka presentasinya dengan bertanya pertanyaan itu. Saya cukup terkesima karena kita diminta membuka sebuah situs web dan menjawab pertanyaannya. Kemudian jawaban itu muncul di layar. Dulu pas kuliah nggak ada kayak gini soalnya *norak*


Kebanyakan menjawab 'tulisan'. Ada pula yang memberi jawaban yang mampu mengundang gelak tawa seperti: tanah warisan, cinta, kisah ketjenya, dan lain-lain.

Memiliki blog, maka sebaiknya kita harus memiliki ciri khas yang diistilahkan dengan branding. Ada beberapa rule yang disampaikan Ina dalam membangun branding. Antara lain: ketahui audiens, memilih tagline, warna, dan mempromosikan blog. Kamu sudah melakukan apa untuk branding blogku? Apa yaaa... tagline aja ngga ada. Yang jelas semua blogku pink! Mampir ya ke blog utamaku *promo

Selanjutnya, Ani Berta menjelaskan mengenai bagaimana menulis reportase event yang baik. Katanya, banyak blogger yang sibuknya melebih jenderal. Dalam satu hari bisa datang ke 4-5 event, tapi di blognya? Hmmm... tak satu pun event ditulis laporannya. Jangan gitu ya *ngomong sama kaca*

Sebaiknya reportase event ditulis tidak berselang lama dari event-nya. Ani berujar bahwa kita dapat menjadi maestro melalui artikel kita. Caranya adalah memberikan data yang jelas, menambahkan fitur wawancara, opini, foto dan video yang relevan untuk menunjang kualitas artikel.

Pembicara terakhir adalah Irwin Day, praktisi IT yang membangun Nawala, filter DNS yang digunakan untuk menyaring situs-situs 'berbahaya'. Ia juga merupakan blogger sejak tahun 2003. Ia dulu sering mendapatkan tawaran untuk menuliskan artikel di blognya. Sampai suatu saat ia ditawari untuk menuliskan salah satu kandidat pemilihan kepala daerah. Ia pun berhenti dan hanya menulis hal yang ia suka.

Ya, bahwa ngeblog itu yang penting adalah menulis yang kita suka. Irwin juga menjelaskan bahwa ada empat poin penting yang harus ada dalam blog: edukasi, informasi, menghibur, dan menginspirasi.

Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah untuk pemenang livetweet dan pemenang dresscode terbaik. Dan postingan ini ditutup dengan selfie cantik tiga perempuan dari tiga generasi. *ditoyor Mbak Riski* Di sebelah kiri, Bunda Yati Rachmat, berusia 77 tahun. Paling kanan, saya berusia 18 tahun *ngok*


Facebook: Una Vida Escrita de la Una
Instagram: @u__n__a__

6 comments:

  1. Nenek dan cucunya..heehe...asyik bisa kenalan dengan una disini dan tau bahwa dirimu asyik orangnya ternyata

    ReplyDelete
  2. Aku biasanya nambahin video sama foto pas reportase, na. Kalo wawancara belum tentu narsumnya sempat. hiks. PR banget ini. btw, ada temen blogger yang kena kanker dan dia khawatir kalau tulisannya hilang, makanya masih kekeuh pakai blogspot biar bisa diakses sama orang lain. kalau domain kan takute domain hangus ga bisa dibaca lagi artikele.

    ReplyDelete
  3. emang mba peduli itu sangat dipentingkan dan di utamakan sekali mba

    ReplyDelete
  4. Membuat konten dari pengalaman dan even yang kita alami juga membantu sharing ilmu dan manfaat kepada semua orang. Oke mba, promosinya menarik (sittirasuna.com)saya cek ya.

    ReplyDelete