Spesial Untuk Hansik Lovers (Ulasan Korean Restaurant Guide)

Pertama kali aku mencicipi masakan Korea adalah waktu sekolah dasar. Ibuku mengajakku ke sebuah restoran Korea tak jauh dari rumah. Yang aku ingat, kami makan daging yang dibakar sendiri di atas meja makan. Bulgogi. Dan nasi. Mungkin kami memesan sayur, tapi aku sudah tidak ingat. Setelah itu, aku tak pernah mencoba masakan Korea lagi sampai Hallyu Wave tiba di Indonesia.

Hallyu Wave merupakan fenomena globalisasi budaya pop Korea. Banyak orang bertransformasi menjadi penggemar drama Korea, lagu pop Korea, boyband, selebriti, pokoknya semua yang beraroma Korea. Aku bukan penggemar fanatik drama dan lagu Korea yang selalu menonton konser artis Korea di Indonesia, tapi tak bisa dipungkiri kekuatan Hallyu Wave membuatku juga menonton beberapa drama Korea dan mendengarkan satu-dua lagu Korea.

Kimchi, anyone?
Termasuk pula mencicipi kulinernya.

Di dalam drama, banyak makanan Korea yang bisa kita kenal. Tteokpokki, bibimbab, kimbab, yang dulu aku bertanya-tanya, bagaimana sih rasanya? Kemudian suatu ketika, aku berkesempatan makan di restoran tradisional Korea di bilangan SCBD. Aku senang sekali melihat beberapa piring side dish yang disajikan di meja makan, kimchi, kacang, sayur, ah enak sekali. Yang aku suka pula, kalau makan di restoran tradisional Korea, hanya membeli main course saja, minum dan dessert sudah dapat gratis. Kemudian aku pun jatuh cinta dengan hansik (masakan Korea).

Tentunya banyak dari kita yang suka masakan Korea kan? Yayasan Makanan Korea (Korean Food Foundation) meluncurkan buku panduan kuliner Korea dan juga aplikasi berjudul Korean Restaurant Guide yang bisa diunduh secara gratis melalui Android dan iOS.


KFF menelurkan aplikasi Korean Restaurant Guide untuk beberapa kota. Untuk Kota Jakarta, digabungkan dengan Kuala Lumpur Malaysia. Aplikasi ini memuat informasi mengenai beberapa top Korean restaurant di Jakarta. Dan aplikasi ini bukan sekadar informasi mengenai restoran saja lho.

Pada halaman utama, kita akan sampai pada pilihan kota Jakarta atau Kuala Lumpur. Di ikon kanan atas, Style ada empat pilihan style restoran yang bisa kita pilih: BBQ, Family Style, Formal Dining, dan Casual Style. Jangan sampai saja, kita inginnya menikmati bakar-bakar daging sendiri di meja makan, tahunya kecele di restoran yang kita datangi tidak punya fasilitas itu.

Gambar 1. Tampilan halaman utama HOME aplikasi Korean Restaurant Guide.
Di bagian bawah, terdapat lima menu yang dapat dipilih: HOME, SEARCH, MAP, +MENU, dan KFF. Di bagian SEARCH, kita dapat mengetik restoran mana yang kita cari. Hasil pencariannya menjadi satu antara yang berlokasi Jakarta dan Kuala Lumpur. Pada bagian MAP, kita bisa lihat di titik mana saja terdapat restoran Korea. Jadi kita bisa tahu jarak dari lokasi kita ke restoran yang ingin kita datangi.

Nah, kalau nama restoran yang kita cari atau lihat dalam MAP diklik, segala informasi tentang restoran tersebut akan muncul. Mulai dari testimonial, ulasan, menu specialty, alamat, peta, dan bahkan biaya kisaran yang harus dikeluarkan. Lengkap.

Kemudian pada +MENU, terdapat daftar nama masakan Korea. Menu ini sangat informatif banget apalagi buat yang belum banyak tahu nama masakan Korea sepertiku. Aku sering dengar samgyeopsal, yukhoe, galbitang, tapi nggak tahu itu apaan. Dari +MENU ini aku bisa tahu tuh masakan dari apa itu semua. Penjelasan masakan Korea ini terdapat dalam empat bahasa: Indonesia, Malay, English, dan Bahasa Korea.

Gambar 2. Tampilan menu +MENU
Pada menu terakhir, yaitu KFF, terdapat penjelasan tentang Yayasan Makanan Korea, dan link-link social media yang dimiliki oleh KFF. Terdapat juga daftar aplikasi lain yang diluncurkan oleh KFF. Di sana aku lihat ternyata, KFF punya aplikasi KOREAN MENU GUIDE, loh. Jadi penasaran mau download.

Aplikasi Korean Restaurant Guide sangat berguna bagi penggemar kuliner Korea namun masih punya PR yang banyak untuk improvisasi aplikasinya.

1. Judul aplikasi tanpa spasi.
Untuk mengunduh aplikasi ini, kita harus menuliskan dalam pencarian sebagai: koreanrestaurantguide, tanpa spasi. Sedangkan apabila menuliskannya dengan: Korean restaurant guide, tidak terdapat aplikasi ini dalam pencarian Play Store.

2. Jumlah restoran yang sedikit.
Hanya dua puluh restoran saja yang terdapat di dalam bagian Indonesia. Padahal kalau kita susuri Jalan Wolter Monginsidi dan Senopati saja lebih dari 20 restoran Korea yang ada di sana. Selain itu, restoran yang kerap disebut sebagai salah satu yang terenak oleh beberapa guru Bahasa Korea-ku, yaitu Tobak, malah tidak ada dalam Restaurant Guide ini.

Gambar 3. Halaman Chung Gi Wa.

3. Kesalahan dan tidak lengkapnya alamat.
Pada menu Bibigo, alamat dituliskan Pacific Plaza, seharusnya Pacific Place. Seperti pada menu Chung Gi Wa, alamat yang tertera adalah di Darmawangsa. Padahal Chung Gi Wa memiliki beberapa cabang di Jakarta dan bahkan di kota lain. 

4. Tampilan tulisan yang kurang beraturan dan typo.
Saya tidak paham apakah ini karena jenis telepon genggam yang saya pakai tapi layout tulisan dalam aplikasi agak kurang rapi. Seperti pada gambar di atas, tulisan 'No Telp', bagian 'Telp' seperti menindih. Selain itu, garis strip (lihat Gambar 2) untuk sambung suku kata tidak pada tempat seharusnya. Typo atau kesalahan penulisan juga masih banyak ditemukan dalam aplikasi ini. Kecil tapi mengganggu.

5. Daftar menu masakan Korea yang kurang lengkap.
Menu +Menu dalam aplikasi ini menurut saya sangat informatif, namun kurang lengkap. Miyeokguk, sup rumput laut saja tidak ada. Agar lebih mudah, hendaknya menu dibagi menurut kategori jenis masakannya. Apakah dia daging, sup (guk 국, tang 탕), nasi (bab 밥), bubur, stew (jjigae 찌개), mi (myeon 면, guksu 국수) dan lain-lain. Dengan begitu, pencarian menu akan lebih mudah.

Di samping kekurangannya, aplikasi ini sangat bagus. Navigasi dan pencariannya sangat mudah. Namun apabila diperbaiki kekurangannya, aku yakin aplikasi ini sangat powerful. Karena sangat handy dan nggak perlu googling bingung kata kunci untuk mencari jawaban dari pertanyaan, "Makan masakan Korea di mana ya kita?"

Suka masakan Korea, guys? Kalau suka, aplikasi ini pas buat kamu.


Tulisan ini diikutsertakan dalam I Love Korean Food Challenge yang diadakan oleh Komunitas Indonesian Food Blogger (IDFB). Selain challenge menulis, terdapat juga lomba selfie yang hadiahnya satu unit telepon genggam! Deadlinenya sama dengan challenge ini yaitu hari ini (2/2) jam 12 malam.

Caranya:
1. Posting photo selfie dengan dengan aplikasi Korean Restaurant Guide di Twitter dan Instagram.
2. Untuk Twitter, follow & mention @idfoodblogger @HanInPost_Id dengan hashtag #KFF #KFoodApplication #idfb #idfbxKFF.
3. Untuk Instagram. follow @idfoodblogger dan gunakan hashtag #KFF #KFoodApplication #idfbxKFF .

Untuk info lebih lanjut mengenai aplikasi Korean Restaurant Guide dan Korean Food Foundation, please visit:

KFF: www.hansik.org; koreanfood.net
Facebook: Hansik - The Taste of Korea
Twitter: @TheTasteofKorea @HanInPost_Id


Follow me on:

14 comments:

  1. wah,jadi tahu banyak macam kananan korea ya...aku belum pernah ngincip,penasran banget sama kichi^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho o Mbak, bisa buat sinau =)) Coba dooongg...

      Delete
  2. Haha.... sama aku juga menemukan banyak salah dalam penulisan dan alamat.... Good luck yaaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha risih liat typo yaaa... Goodluck jugaaa!

      Delete
  3. aku sejak masung samsung jadi suka drama korea, variety show korea, musik korea, dan makanan korea. Awalnya sempet muntah pas makan kimchi, tapi semakin kesini semakin nagih, aku paling suka samgyetang, seger dan hangat di perut, tapi kalo dikasih yang lain juga lahap aja asal halal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha... seriusan muntah? Sama Mbak, aku dulu pertama kali makan kimchi, makanan apaaaa ini. Sekarang sukaaa... Waah jadi pengen samgyetang!

      Delete
  4. Keren sampe dibikin apps ginian. Thx infonya Na.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyahhh... harusnya masakan Indonesia ada appsnya juga ya...

      Delete
    2. Ada kok.... waktu itu ada yang namanya 30 indonesian culinary icon. Itu juga mereka bikin bukunya, dan ada aplikasinya. Cukup bagus, informatif. Bahkan untuk aplikasinya ada AR (Augmented Realitynya)... hanya kurang promosi dan penyebaran bukunya (bagaimana cara mendapatkan buku tersebut) masih tanda tanya..... yang buat dinas pariwisata Indonesia kalau gak salah..... :D

      Delete
    3. Wih menariikkkk,
      aku kayaknya tahu yang 30 indonesia culinary icon itu,
      pernah ada di acara kemenparekraf di EpiWalk.
      Tapi ngga tau ada aplikasinya...

      Delete
  5. Unaaaa aku udah donlod..udah review jugaa...
    jadi kapan kita kulineran hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah ntar aku mampiiirrr...
      Ayo Mbaaa kapan yukkk

      Delete
  6. IDFB ga disebut2 huhuhu..nice article btw, thanks Mbaa..

    Regards,
    Indonesian Foodblogger group
    Http://indonesianfoodblogger.com

    ReplyDelete