Belajar Semangat dari Cancer Fighter dan Survivor

Sekitar tiga bulan lalu, mama menyuruhku membeli tempat tidur baru.

Di lantai bawah rumahku ada kamar kosong bekas perpustakaan yang habis dimakan rayap. Nantinya tempat tidur baru itu akan digunakan oleh sepupu mama, yang tentu saja adalah tanteku yang merupakan penderita kanker.

Aku nggak tahu persis istilahnya kanker apa yang diderita tanteku ini. Kata mama, yang diserang adalah pankreas. Namun kemudian telah menjalar sampai ke tulang belakang. Makanya sekarang tanteku kalau jalan rasanya sakit dan harus menggunakan korset.

Makanya mama membelikan tempat tidur untuknya. Sebenarnya tanteku tidak tinggal di sini, tapi di Cibubur. Jarak antara rumahnya ke rumah sakit sekitar 30 kilometer yang sebenarnya tidak terlalu jauh asal tidak macet. Tapi nyatanya kan selalu macet. Apalagi kadang-kadang, ia harus dua hari berturut-turut ke rumah sakit. Kalau sudah begitu, biasanya akan menginap di rumahku.

Karena kamar tidur rumahku aslinya hanya di lantai atas saja, mamaku nggak tega kalau tanteku harus naik turun tangga.

Tanteku ini umurnya sudah 50-an. Entah sudah berapa tahun ia sudah berteman dengan penyakitnya. Yang aku ‘tahu’ saja ia sudah masuk ICU dua kali di rumah sakit yang berbeda. Belum rawat jalan yang harus ia lakukan.

Oh iya, biasanya ia dari Cibubur akan menggunakan angkot disambung dengan ojek untuk menuju rumahku atau rumah sakit. Kalau ia pergi ke rumah sakit setelah malamnya menginap di rumahku, ia juga menggunakan ojek atau kadang taksi. Sendirian.

Meski ia menderita sakit, ia tak pernah mengeluh dan seperti menerima penyakitnya. Aku malu, aku merasa tanteku yang sakit jauh lebih semangat daripada aku yang masih muda *shy*

Memang harus belajar semangat dari kisah para penderita dan penyintas kanker, yang meski telah berjuang menghadapi penyakitnya, tetap spread semangat positif kepada sekitarnya. Kalau dari kalangan blogger antara lain Mbak Irma Senja yang merupakan penyintas kanker kolon dan Mbak Indah Nuria, penyintas kanker payudara. Salut dengan kegigihannya ^_^

♥♥♥


This Week's Story

Karena banyak postingan yang harus dipublish di blog utama, jadi aku cerita di sini saja.

Sakit

Minggu lalu aku ikutan acara BCA Prima Amazing Experience. Acaranya menginap semalam di Bandung. Hari pertama benar-benar full, karena harus lari sana-sini untuk belanja dan menjalankan misi. Saat bangun pagi di hari kedua, tenggorokanku rasanya untuk menelan lumayan sakit. Eh benar, keesokannya aku batuk-batuk lumayan parah ditambah pilek. Tenggorokan rasanya gatal sekali. Ini sudah lebih dari seminggu, pileknya sudah hilang namun tenggorokan kadang gatal dan batuk.

Dua hari lalu aku dibelikan obat batuk Woods khusus untuk batuk tidak berdahak. Pagi-pagi aku minum, 15 menit kemudian aku tertidur. Siang aku bangun, makan sedikit, minum obat lagi, tertidur lagi. Salahkan obatnya deh bikin tidur mulu *emang paling enak nyalahin pihak lain* Kata mama emang obatnya sakit tuh kudu tidur. Mungkin emang disuruh tidur aja sih.... *tidur lagi*

Semoga batuknya full sembuh secepatnya. Capekkkk batuk mulu!

Kucingku Juga Sakit

Hari Senin, aku mengantarkan dua kucingku Foxy dan Ping Ping ke klinik hewan. Foxy si bapaknya dua matanya merah dan berair seperti sedang belekan. Sedangkan Ping Ping mengalami hal yang sama namun hanya di satu mata. Kemungkinan sih sakit karena Foxy sukanya keluar rumah, mungkin ketularan dari kucing lain. Dan Ping Ping ketularan bapaknya.

Ping Ping matanya belekan sebelah kanan. Sekarang udah sembuh tapi...
Setelah diperiksa ternyata mereka sakit flu. Jangan-jangan aku ketularan mereka? Apa mereka yang menulari aku? Kata si dokter hewan, kalau kucing terkena flu yang akan terserang matanya dulu, alias jadi infeksi mata. Akhirnya Foxy dan Ping Ping diresepkan obat mata yang harus ditetes dua kali sehari. Ongkos periksa + beli makanan Foxy dan Ping Ping pun sampai 500 ribu. Gaya banget kan kucing...

Aku aja sakit flu nggak ke dokter.

Pagar

Kucingku Foxy kalau keluar rumah dia nggak buka pagar lebih dahulu, melainkan lompatin pagar. Pagarku dilapisi fiber, jadi kalau dia lompat biasanya kakinya nanggrok di fibernya. Kalau setiap hari begitu ya fibernya rusak. Alhasil sobek-sobek deh.

Gara-gara Foxy...
Liat tangannya dong.

Akhirnya setelah kerusakannya lumayan parah, kami memutuskan untuk mengganti fibernya dan sekalian mengecat pagar. Sudah beli fiber dan catnya dari beberapa minggu lalu. Cuma karena hujan melulu akhirnya ditunda terus. Sebelum dicat diamplas dulu... Oh tentu saja bukan aku yang bertugas untuk mengecat pagar. Aku cuma bantuin amplas pagar........ sepuluh detik. Nggak deng. 

Cat yang digunakan buat cat pagar. Sengaja suruh madep samping kaleng catnya.
Akhir pekan kayaknya juga nggak ke mana-mana. Kalau pergi nggak lama-lama lah, masih batuk begini. Nonton drama + ngeblog aja deh...